Mengenal Linus Torvalds, Bapak Linux

Mungkin sebagian orang hanya mengenal orang orang seperti Bill Gates pendiri MIcrosoft dan Steve Jobs yang membangun Apple. Ya mungkin karena memiliki uang yang banyak bikin sebagian orang menjadikannya idola. Dengan uang yang banyak dan perusahaan besar, siapa sih yang tidak ingin seperti mereka. Admin yakin Kebanyakan dari kalian mengidolakan mereka.
Kalo admin sih, mendidolakan mereka juga. Tapi admin lebih mengidolakan sosok bernama Linus Torvalds.
Linus Torvalds adalah pembuat kernel Linux sekaligus pengembang Linux. Linus Benedict Torvalds (alias LInus Torvalds) pria kelahiran 28 Desember 1969 (umur 50)Helsinki, Finlandia. Tidak seperti keduanya orangtuanya Nils Torvalds dan Anna Torvalds yang bekerja di dunia jurnalistik, tapi justru Linus Torvalds memilih komputerisasi sebagai passionnya.

Linus Torvalds, LInux, GNU Linux, Unix, MInix, Steve Jobs, Debian, Fedora, Arch, Red Hat, Android
Linus Torvalds

Linus Torvalds Ngampus

Ia mulai ngampus di Universitas Helsinki pad tahun 1988. Ia juga merupakan cucu dari ahli statistik di Universitas Helsinki Leo Törnqvist dan penyair Ole Torvalds. Ternyata minat komputer Linus lebih condong ke kakeknya yang ahli statistik. Ia sering belajar sekaligus membantu kakeknya untuk memprogram Commodore Vic-20 yang dibeli kakeknya. Nah mulai dari situ, minat Linus menjadi luas. Mulai dari bahasa BASIC di Vic-20 dan Assembly ia mulai berkreasi dengan bahasa pemrograman. Karier akademisnya terhenti setelah tahun pertama studinya ketika ia bergabung dengan brigade Tentara Finlandia Uusimaa , pada musim panas 1989,. Dalam tugas militernya ditugaskan untuk melakukan perhitungan rudal balistik dan arileri lainnya. Setelah wajib militernya selesai, ia kembali ke dunia akedemisnya.
Saat Linus Torvalds kembali belajar di kampus di tahun 1990, ia bahkan tidak punya komputer sendiri. Ia lebih sering menekuni ketertarikan UNIX di lab kampus. Hingga suatu saat ia membeli komputernya Sinclair QL sendiri dari uang pinjaman kampus. Komputer bikinan Sir Clive Sinclair. Mesin itu mengajarinya hal lain, yaitu multitasking. Prinsip multitasking juga mengispirasinya dalam mengembangkan Linux kelak.
Linus Torvalds, LInux, GNU Linux, Unix, MInix, Steve Jobs, Debian, Fedora, Arch, Red Hat, Android
Ia mengikuti kelas pemrograman C dan kelas UNIX. Hingga akhirnya ia terpengaruh buku Operating Systems: Design and Implementation karya Andrew Tanenbaum.

Bertemu Minix

Dr. Andrew Tanenbaum adalah pembuat Minix, ia juga menggunakan Minix untuk mengajar mahasiswanya tentang cara kerja internal sistem operasi. Ia merupakan salah satu di antara orang yang mengembangka (alias Linus Torvalds)n UNIX dan bahasa C. MInix juga bisa disebut adalah tiruan sederhana dari UNIX. Dikarenakan operasi sitem UNIX yang mahal serta tidak tersediannya source code maka Linus Torvalds menjadikan Minix untuk menjadi medium pengembangan Linux suatu saat nanti. Source code Minix sendiri tersedia di buku dan disket yang dapat dibeli, akan tetapi hak distribusi dan penggandaannya dikendalikan oleh penerbit buku Prentice Hall.

Awal Mula Linux

Linus Torvalds, LInux, GNU Linux, Unix, MInix, Steve Jobs, Debian, Fedora, Arch, Red Hat, Android

Setelah puas mempelajari buku Dr. Andrew tanenbaum, Linus mulai proyek iseng-isengnya. Berawal dari iseng-isengnya ini Linux berkembang sejauh ini. Linus mencoba membuat varian UNIX dari desain Minix. Istilahnya seperti mendesain ulang Minix, tapi bukan copy paste. Jadi masih banyak perbedaan jauh antara kernel Minix dan Linux. Tapi keduannya sama dari basis UNIX. Linus ingin Linux tidak seperti UNIX dan Minix yang hak pengadaan dan pengembangnya dikendalikan. Linus ingin Linux bebas dan terbuka. Maka dari itu setelah ia membangun kernel dasar, ia langsung membagikan hasil proyeknya kepada komunitas.

Perkembangan Linux

Setelah perilisannya ke publik, kini Linux dikerjakan secara gotong royong oleh semua komunitas yang memiliki semangat sama. Dan akhirnya prototipe pertama Linux dirilis secara publik pada tahun 199a1 sedangkan versi 1.0 Linux pada dirilis pada 14 Maret 1994.
Linus Torvalds, LInux, GNU Linux, Unix, MInix, Steve Jobs, Debian, Fedora, Arch, Red Hat, Android
Sampai akhirnya pada tahun 1996 Linux bergabung dengan GNU’s. GNU adalah suatu sistem operasi komputer yang sepenuhnya terdiri dari perangkat-perangkat lunak bebas. Namanya merupakan akronim berulang untuk GNU’s Not UNIX (GNU bukanlah UNIX); nama itu dipilih karena rancangannya mirip Unix, tetapi berbeda dari UNIX, GNU tidak mengandung kode-kode UNIX. Pengembangan GNU dimulakan oleh Richard Stallman dan merupakan fokus asli Free Software Foundation (FSF). GNU’ (not Unix) sejatinya bukanlah sebuah kernel, kode GNU juga tidak berasal dari Unix. Jadi GNU sepenuhnya bisa disebut. komponen pendukung kernel. Seperti editor teks, compiler dan beberapa utilitas untuk mendukung Linux. Baca selengkapnya di wikipedia GNU. Dan pada tahun itu pula kampanya Linux mulai gencar disebarkan mulai dari pembuatan maskot Pinguin yang bernama TUX.
Linus Torvalds, LInux, GNU Linux, Unix, MInix, Steve Jobs, Debian, Fedora, Arch, Red Hat, Android
Maskot ini dibuat berdasarkan pengalaman Linus Torvalds yang dikabarkan digigit seekor pinguin di Australia. Setelah gigitannya itu Linux Torvalds mengalami demam berhari hari yang ternyata dari pinguin itulah inspirasi maskot sekaligus logo Linux.

Berkembangnnya Distribusi Linux

Karena sifatnya yang bebas dan terbuka, maka banyak developer yang memodifikasi kernel Linux menjadi beberapa distribusi. Kalian bisa cek distribusi Linux paling lengkap di Distrowatch. Disana banyak distribusi Linux yang gratis dan ada juga distribusi Linux yang berbayar dan berlisensi. Salah satunya Red Hat dan VA Linux. Keduanya merupakan distibusi yang dibuat perusahaan untuk tujuan komersil. Pada tahun 1999, Red Hat dan VA Linux, keduanya pengembang terkemuka perangkat lunak berbasis Linux, memberi Linus Torvalds opsi saham sebagai rasa terima kasih atas kreasinya. Pada tahun yang sama kedua perusahaan go public dan nilai saham Torvalds sementara melonjak hingga sekitar US $ 20 juta.

Pernah Diajak Bekerja oleh Steve Jobs

Linus Torvalds, LInux, GNU Linux, Unix, MInix, Steve Jobs, Debian, Fedora, Arch, Red Hat, Android

Pada pertengahan abad 20, Steve Jobs yang saat itu sedang memimpin Apple dengan kekuatan produknya yang laku dimana mana mengajak seorang developer sederhana untuk bergabung dan menjabat posisi penting. Linus diajak oleh Steve Jobs untuk mengembangkan UNIX di MacOS yang merupakan basis dari OS Darwin yang dibangun dari kode sumber UNIX. Karena bisa dibilang Linux dan MacOS merupakan saudara jauh, maka Linus dengan pengalamannya dibutuhkan untuk mengembangkan MacOS. Tapi walaupun ditawarkan gaji yang melimpah, Linux tetap setia dengan proyek Linux, walaupun ia hanya digaji dari donasi orang lain

Linux Mendunia

Setelah Linux sudah tersebar hingga ke penjuru dunia, dan banyak developer yang membantunya menulis kode kernel. Maka ada 2006, Linus Torvalds hanya menulis kode sekitar 2 persen dari keseluruhan kernel. Walaupu hanya 2 persen, namu persentasenya itu yang paling besar diantara yang lain.

Dibalik Android yang Mendunia

Linus Torvalds, LInux, GNU Linux, Unix, MInix, Steve Jobs, Debian, Fedora, Arch, Red Hat, Android
Ternyata dibalik Android yang mendunia saat ini terdapat kernel Linux. Kernel Linux telah berjalan dari versi Android pertama di tahun 2008 dan sampai versi Android terbaru. Dan Android pula lah OS yang paling sering digunakan dibandingkan iOS dan WIndows Phone. Mungkin karena sifatnya yang terbuka dan dapat dirubah, maka Android dapat cepat berkembang diantara yang lain. Kita seharusnya berterima kasih terhadap developer yang dibayar secara donasi yang terus mengembangkan proyek kernel Linux.
Setelah tahun tahun tersebut dan Linux makin berkembang, Linus menyatakan pada tahun 2012 bahwa kontribusi pribadinya sekarang sebagian besar menggabungkan kode yang ditulis oleh orang lain, dengan sedikit pemrograman. Torvalds mempertahankan otoritas tertinggi untuk memutuskan kode baru mana yang dimasukkan ke dalam kernel Linux standar.
Bagikan Guys

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *